Wednesday, 13 April 2011

SmartBird Robot Burung Camar Festo Mampu Terbang Seperti Burung

Mencengangkan melihat inovasi teknologi yang ada pada SmartBird yang merupakan burung robot yang bisa terbang dengan gerakan hampir persis burung aslinya dan model burung ini memiliki kualitas aerodinamis yang sangat baik dan kelincahan ekstrem seperti burung yang normal. Dengan SmartBird, Festo si pembuatnya telah berhasil dalam menguraikan kemampuan penerbangan burung ke dalam teknologi yang bisa kita manfaatkan.

Robot burung ini membawa Teknologi bionik, yang terinspirasi oleh camar ikan haring, yang dapat memulai terbang dari tanah mandiri – tanpa mekanisme drive tambahan.
Sayapnya tidak hanya bergerak ke atas dan ke bawah, tetapi juga berputar pada sudut tertentu. Hal ini dimungkinkan oleh unit drive aktif diartikulasikan torsional, yang dalam kombinasi dengan sistem kontrol yang kompleks mencapai tingkat efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya  dalam operasi penerbangan. Festo telah demikian berhasil untuk pertama kalinya dalam menciptakan sebuah adaptasi teknis energi efisien model dari alam.
Robot ini memiliki bahan material carbon fiber dan elektronik kontrol denganb erat hanya 0.4 kilogram saja. Festo telah  mendemonstrasikan teknologi yang menggambarkan seberapa canggih robot bisa terbang: SmartBird aerodinamis sangat efisien, bahkan memutar kepalanya seperti burung camar nyata lakukan untuk melakukan gerakan aerobatik.
Tetapi jika Anda berpikir tentang implikasi yang lebih besar dari Robot ini, kemungkinannya cukup mencengangkan: Bayangkan sebuah pesawat robot mata-mata berbasis pada teknologi ini, dikemas dengan sistem GPS yang ultra-ringan, baterai yang kuat dan kamera presisi tinggi dan mikrofon. Jenis data surveilans rahasia yang bisa dikumpulkan burung robot ini tentu akan mengesankan – dan lebih bergaya dari setiap perangkat drone mata-mata lain di luar sana.

Robot SmartBird ini menggunakan komunikasi radio Zigbee yang menyampaikan informasi penerbangan ke komputer yang mentrak, meningkatkan pergerakaannya.
Anda bisa mengunjungi situs Festo pembuat robot ini di:
http://www.festo.com/cms/en_corp/11369.htm

Thursday, 7 April 2011

Microsoft dan Toyota Hadirkan Teknologi Cloud ke Mobil

Ilustrasi (foto: feelgizmos.com)
Ilustrasi (foto: feelgizmos.com)
WASHINGTON - Microsoft dan Toyota mengumumkan kalau mereka akan berkerjasama untuk menghadirkan teknologi cloud ke mobil Toyota mulai tahun 2012.

"Teknologi telematika memungkinkan pengendara untuk mengendalikan mobil mereka dari jarak jauh, menyalakan AC dari ponsel, mengecek sistem di dalam mobil, dan lain-lain," ujar kedua belah pihak perusahaan.

Seperti yang dikutip dari Pocket-Lint, Kamis (7/4/2011), Microsoft dan Toyota akan mengembangkan aplikasi telematika pada platform Windows Azure, yang termasuk Windows Azure dan Microsoft SQL Azure.

Toyota sebelumnya telah melakukan ujicoba di Jepang untuk program Toyota Smart Center. Dipercaya bahwa sistem kendaraan akan bergantung pada layanan telematika untuk mencapai pengaturan energi yang efisien.

Pihak Toyota mengatakan berkeinginan untuk mendirikan sebuah platform cloud global dan menyediakan layanan telematika canggih yang murah untuk seluruh pelanggan otomotif mereka di seluruh dunia pada tahun 2015.
(srn)

sumber : okezone.com

Ilmuwan Temukan Jenis Mineral Baru di Meteorit

Wassonite (foto: ibtimes.com)
Wassonite (foto: ibtimes.com)
WASHINGTON - NASA dan para peneliti dari Amerika Serikat (AS), Korsel serta Jepang menemukan jenis mineral baru bernama 'Wassonite' di meteorit yang ditemukan di Antartika pada Desember 1969.

Meteorit tersebut mungkin berasal dari asteroid yang mengorbit antara planet Mars dan Jupiter. Wassonite adalah jenis mineral terkecil namun penting, yang diidentifikasi di meteorit yang berusia 4,5 miliar tahun tersebut. Demikian seperti yang dikutip dari Psysorg, Kamis (7/4/2011).


Tim peneliti yang dipimpin oleh Keiko Nakamura-Messenger, ilmuwan dari NASA, menambahkan temuan tersebut ke dalam daftar yang berisi 4.500 jenis mineral yang sudah disetujui oleh International Mineralogical Association.

"Wassonite adalah sebuah mineral yang terbentuk hanya dari dua elemen, sulfur dan titanium. Mineral tersebut memiliki struktur kristal unik yang belum pernah diteliti," jelas Nakamura-Messenger.

Pada tahun 1969, anggota dari Japanese Antartic Research Expedition menemukan sembilan meteorit di Pegunungan Yamato, Antartika. Lalu pihak AS dan Jepang melakukan pencarian lanjutan di sana dan menemukan lebih dari 40 ribu spesis, termasuk meteorit dari Mars.

Para peneliti menemukan Wassonite dikelilingi oleh mineral tambahan yang kini juga masih diselidiki. Wassonite berukuran kurang dari seperseratus lebar rambut manusia atau 50x450 nanometer.

Dengan ukuran sekecil itu, mustahil untuk menemukan Wassonite tanpa bantuan mikroskop elektron transmisi milik NASA, yang mampu menentukan komposisi Wassonite dan struktur atomnya.
(srn)
sumber: okezone.com