..........MARHABAN YA RAMADHAN.........


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa [Quran 2:183]


Alhamdulillah... Ramadhan telah datang, bulan yang penuh berkah, bulan penuh ampunan, bulan dimana setiap umat Islam yang mengaku beriman kepada Allah SWT, kitabNya, rasulNya dan hari akhir akan di tempa selama sebulan penuh, berpuasa menahan lapar dan haus juga menjauhi/menghindari segala larangan dan apapun yang dapat mengurangi nilai puasa dan taati pula amalkan perintahNya agar kita semua menjadi orang yang bertakwa.

Insya Allah kita dapat merasakannya dan lulus dalam tempa-an suci ini dan akan terus berjumpa bulan suci Ramadhan seterusnya di masa depan…Amiiin Allahuma Amiiin. Karena nilai ibadah pada bulan suci Ramdahan nilainya di lipat-gandakan, ini merupakan kesempatan sangat baik bagi setiap orang beriman untuk meraih ridho Allah dan meminta maaf sebesar-besarnya atas segala salah dan dosa yang pernah kita lakukan baik sengaja pula tidak sengaja.



Broquet Tawarkan Solusi Masalah Fuel Pump


(ist)

INILAH.COM, Jakarta - Seiring maraknya isu fuel pump bermasalah baru-baru ini, produsen katalis bahan bakar (fuel catalyst) Broquet menyarankan selalu membersihkan tangki BBM dan mulai menurunkan kadar sulfur dioksida lewat katalis bahan bakar.

"Masalah fuel pump rusak sebenarnya sudah ada dari dulu. Akan tetapi, lewat katalis bahan bakar, kualitas bensin atau solar akan terjaga dan tidak menyebabkan endapan pada tangki BBM yang membuat fuel pump menjadi rusak," ujar Presiden Direktur PT Broquet Indonesia Setiady Sungkono pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010, Sabtu (31/7), di Jakarta.

Katalis bahan bakar berbeda dengan zat adiktif penghemat BBM. Zat adiktif penghemat BBM akan larut ketika dimasukkan ke dalam tangki bahan bakar dan akan habis dalam jangka waktu pendek. Sedangkan untuk katalis bahan bakar dipasangkan di saluran BBM sesudah filter sebelum injeksi dan mampu tahan hingga 400.000 km.

Menurut Setiady, Broquet dapat mengubah struktur kimia BBM, sehingga karakteristik pembakaran di ruang bakar lebih optimal. Selain itu, BBM dapat diubah menjadi tenaga gerak oleh mesin secara optimal sehingga menghasilkan tenaga yang bertambah.

"Bahkan mesin yang dulunya menggunakan bahan bakar Pertamax atau plus, dapat juga mengkonsumsi BBM sejenis premium. Dijamin tidak akan ngelitik," ujar Setiady.

Broquet adalah produk andalan yang mampu menyempurnakan proses pembakaran BBM di mobil, motor, mesin industri seperti genset, boiler dan alat berat.

Zat additif selalu dikaitkan dengan bahan bakar, yang ditambahkan dan harus diberikan setiap penggantian bahan bakar. Sedangkan katalis bahan bakar adalah suatu bahan untuk menstimulasikan bahan bakar tetapi bukan bagian dari bahan bakar itu sendiri (terpisah).

Pada IIMS 2010 Broquet memberikan harga khusus, yaitu paket B30 ditambah dengan B8 untuk mobil hanya dibandrol Rp1,95 juta (harga normal Rp2,3 juta).

Sementara itu, untuk paket B40 ditambah dengan B8 hanya Rp2,8 juta dari harga normal Rp3,3 juta. Harga itu bebas ongkos pemasangan. [Augusta B. Sirait]

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah memang masih terbilang baru di Indonesia, namun di negara-negara lain PLTSa tidak asing lagi. Di Indonesia PLTSa mulai dikembangkan di kota Bandung. Secara defenisi , PLTSa lebih ditujukan untuk memusnahkan sampah dari pada menghasilkan listrik. Kebutuhan Kota Bandung akan keberadaan PLTSa dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Di antaranya, seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat, volume sampah yang dihasilkan masyarakat pun semakin meningkat.

Sedangkan beberapa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kota Bandung yang sebelumnya menjadi lahan pembuangan akhir sampah dengan menggunakan sistem open dumping, memiliki keterbatasan baik lahan maupun daya tampung. TPA Cicabe, Pasir Impun, Leuwigajah, Babakan Ciparay dan Jelekong yang berlokasi di Kota Bandung pun akhirnya dinyatakan tutup, menyusul tragedi longsornya TPA Leuwigajah yang memakan puluhan korban jiwa, dan ratusan orang kehilangan rumah tinggal beberapa waktu lalu.
Akibat keterbatasan lahan dan adanya musibah tersebut, maka diperlukan penerapan teknologi yang dapat mereduksi sampah dengan cara-cara yang efisieri, etektif dan berkesinambungan atau jangka panjang (sustain). Sementara pengolahan sampah di Kota Bandung sampai saai ini masih menggunakan metode open dumping, dimana sampah dari sumbernya seperti jalan, pasar, tempat komersial dan fasilitas umum dan pemukiman, dikumpulkan di TPS-TPS, untuk kemudian diolah di TPA, dalam hal ini TPA Sarimukti.
Terlebih lagi, kata Dosen Teknik Mesin ITB ini, semakin maju peradaban dan taraf hidup masyarakat maka volume sampah yang dihasilkan pun akan semakin besar. Contohnya saja, volume total sampah Kota Bandung 2.785 m3/hari. Masyarakat kawasan Bandung Timur menghasilkan sampah 815 m3/hari, Bandung Barat 1.066 m3/hari dan Bandung Tengah 905 m3/hari. 'Jika dilihat, taraf kehidupan masyarakat kawasan Bandung Barat secara umum lebih baik. Itu salah satu contoh kecil. Artinya, ke depan, peradaban masyarakat Kota Bandung akan semakin maju dan volume sampah pun akan semakin meningkat," tandasnya.
Ari kemudian menjelaskan, berdasarkan hasil kajian di beberapa negara, jenis PLTSa yang cocok untuk diterapkan di Kota Bandung adalah PLTSa kondensor berpendingin air. Kapasitas PLTSa yang akan dibangun berkapasitas 500-700 ton/hari dengan kebutuhan air baku 20 liter per detik. Kebutuhan air baku tersebut akan diperoleh dari air olahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PDAM Kota Bandung yang berlokasi di Bojongsoang. Saat ini, volume sampah Kota Bandung berkisar 2.785 m3/hari, belum dikurangi 25,44% oleh para pemulung. Sehingga volume sampah yang benar-benar dimanfaatkan sebagai bahan baku PLTSa hanya sekitar 2.000 m3/hari atau sekitar 450-500 ton/hari. Sampah Kota Bandung umumnya memiliki komposisi (dalam % berat) sebagai berikut : 42 % organik, 27 % sisa makanan, 9 % plastik bukan daur ulang, 5 % tekstil, 3 % karet dan 14 % lain-lain, dengan kandungan air sampah segar pada kondisi normal kering 40 % dan mencapai 70 % pada musim penghujan. "Adanya fluktuatif kadar air sampah ini, terutama ketika tinggi, tidak akan menjadi masalah, karena pada pengolahan awal, sampah akan ditiriskan terlebih dahulu selama kurang lebih 5 hari di dalam bunker sambil dicacah sehingga kadar air berada pada kisaran 50-55 %," ujarnya.

PLTSa di negara lain

Bagi negara lain, khususnya di belahan Uni Eropa, pengolahan sampah dengan teknologi PLTSa bukan hal baru lagi. Bahkan pada umumnya satu negara tidak hanya memiliki satu PLTSa, tetapi puluhan bahkan ratusan. Seperti halnya Negara Perancis, yang kini memiliki 130 PLTSa, lalu Italic (52) dan Jerman (61 pabrik). Sedangkan di Singapura, terdapat 4 Incinerator Plant, masing-masing Ulu Pandan Incinerator Plant berkapasitas 1.100 ton/hari, Tuas Incinerator Plant (1.700 ton/hari), Senoko Incinerator Plant (2.400 ton/hari) dan Tuas South Incinerator Plant (3.000 ton/hari).
Persoalan adanya perbedaan kultur atau budaya antara negara lain dengan Indonesia, khususnya Kota Bandung yang mempengaruhi cara, kedisiplinan dan perlakuan masyarakatnya dalam mengolah sampah, diyakini Ari menilai tidak akan menjadi kendala, karena peran masyarakat dalam PLTSa bisa dikatakan kecil yaitu hanya ketika proses pemilahan awal dari sumber sampah. Selanjutnya, sampah akan diolah secara teknologi. Ari juga membantah adanya ketakutan jika dalam proses pembangunan pabrik misalnya, terjadi penyelewengan atas spesif ikasi instalasi pabrik yang akan menyebabkan kurang optimalnya operasional pabrik. "Siapa bilang. Memangnya di Indonesia tidak ada pabrik berskala besar? Kalau pabrik pupuk di Kaltim (dikerjakan secara tidak profesional sehingga) ada masalah, dampaknya bahaya sekali, bisa ribuan orang mati karena gas beracun yang ditimbulkannya," ujarnya.
Meski hasil kajian FS membuktikan bahwa PLTSa layak untuk diterapkan di Kota Bandung , Ari menegaskan bukan berarti metode 3R (Reuse, Recycle, Reduce) tidak diperlukan lagi. Di negara maju lain yang sudah menerapkan PLTSa pun, 3R masih digunakan bahkan dikelola secara proiesional. Kalau pun hendak menggunakan konsep 3R, harus menjadi gerakan nasional, mulai masyarakat, produsen hingga pemerintah. Juga dimulai ketika masyarakat akan memilih barang untuk dibeli dan ini juga harus didukung oleh paraprodusen. "Kita tidak bisa menerapkan konsep 3R kalau secara nasional tidak diberlakukan. Masyarakat pun harus konsisten, jika mau bersikap reduce, hams menolak kantong plastik ketika berbelanja dan membawa kantong plastik sendiri dari rumah. Mendidik seperti itu kan ga sebentar, perlu satu atau dua dua generasi. Intinya, mulai dari diri kita sendirilah," tambahnya. Ari mencontohkan, kalau ke supermarket masyarakat terbiasa memakai kantong plastik, padahal kantong plastik itu sampah. Masyarakat tidak pernah menanyakan, apakah kantong yang digunakan hasil recycle atau bukan. Di Eropa sudah menggunakan kertas, di kita masih plastik. Jadi kebijakan pemerintah juga harus mendukung, sehingga semua produk misalnya deterjen, harus bio-degradable," tambahnya.
Hanya saja, kata pria berkaca mata ini, konsekuensi yang harus dihadapi jika pemerintah menggiatkan gerakan nasional tersebut adalah produk atau barang akan menjadi mahal. "Masalahnya, masyarakat kita siap ga dengan itu. Semuanya bisa di reduce, reuse dan recycle. Tapi tentunya kalau kita mendesak pihak industri untuk menggunakan bahan kimia recycle, jatuhnya jadi mahal. Jadi, tinggal bagaimana keseriusan pemerintah. Mahal (atau} murah kan sebenarnya tergantung pemerintah, tapi yang jelas cakupannya harus nasional," ujarnya, yang sangat yakin jika metode reduce tidak akan mengurangi sampah melainkan hanya menunda siklusnya saja.
Pada kesempatan tersebut, Ari juga menambahkan, pengelolaan sampah pada dasarnya mencakup 5 aspek. Yaitu mencegah pada sumbernya (pollution prevention), mengurangi jumlah sampah (waste minimation), mendaur ulang (recycling), mengolah yang tidak dapat didaur ulang (treatment) dan membuang (disposal). Untuk prinsip pertama hingga ketiga, berkaitan erat dengan kultur masyarakat sedangkan prinsip keempat dan kelima berkaitan dengan teknologi.

Limbah PLTSa

Limbah PLTSa terbagi atas lindi (air kotor) dan bau (NH3-N dan H2S) yang dihasilkan pada awal proses penirisan sampah dan abu (bottom ash), debu terbang (fly ash) dan gas buang yang dihasilkan selama proses pembakaran. Namun semua limbah tersebut akan diolah melalui proses yang canggih dan sangat ketat sehingga baik limbah gas buang, cair dan padatnya, semaksimal mungkin tidak akan merugikan apalagi membahayakan lingkungan hidup khususnya masyarakat sekitar.
Sedangkan racun dioksin, yang sempat dikhawatirkan akan terbentuk ketika proses pembakaran sampah berlangsung, ternyata tidak akan pernah terjadi karena dalam waktu tidak lebih dari 2 (dua) detik akan terurai pada temperatur 850-900 derajat Celsius. Dioksin bisa dihasilkan dari proses pembakaran senyawa yang mengandung klorin dengan hidrokarbon pada temperatur rendah sekitar 250 derajat Celsius. "Ini membuktikan bahwa PLTSa ramah lingkunqan. Justru dioksin itu dihasilkan dari pembakaran sampah yang dilakukan rumah tangga karena temperaturnya kurang dari 850 derajat Celsius," katanya.

Pengolahan lindi dan bau

Lindi akan ditampung untuk kemudian diolah sampai pada tingkat tertentu kemudian disalurkan ke Bojongsoang untuk diolah lebih lanjut. Sedangkan bau (NH3-N dan H2S) dan gas methan yang dihasilkan dari proses pembusukan selama sampah ditiriskan akan disalurkan ke dalam ruang bakar (tungku) sehingga gas terbakar dan terurai. Dengan begitu, tidak akan ada bau yang dilepaskan ke udara.

Pengolahan abu, debu terbang dan gas buang

Sisa pembakaran berupa abu dan debu terbang sebesar 20% dari berat atau 5 % dari volume akan diuji kandungan bahan berbahaya dan beracunnya (B3) di laboratorium, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999 Tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, untuk ditentukan apakah bisa diolah untuk dimanfaatkan atau tidak. Jika dari hasil uji diketahui aman dan bisa dimanfaatkan, maka abu akan digunakan sebagai material untuk membuat jalan dan debu terbang akan dimanfaatkan sebagai bahan campuran bagi material bangunan. Misalnya campuran semen atau batako. Sebaliknya, jika dari hasil uji laboratorium diketahui tidak aman untuk dimanfaatkan, maka abu dan debu terbang akan diproses sesuai dengan ketentuanyang berlaku.
Direncanakan pada lokasi PLTSa akan dibangun penampungan abu dengan kapasitas 1.400 m3 yang mampu menampung abu yang dihasilkan selama 14 hari beroperasi dan silo penampungan debu dengan kapasitas 5.500 m3 yang mampu menampung debu terbang yang dihasilkan selama 5 tahun beroperasi. (yuyun)

sumber:http://www.bandung.go.id/?fa=berita.detail&id=849


15 Tips 3D Max

15 tips n trick untuk 3ds Max


Tips 1.
Apakah Anda tahu bahwa "architectural materials" dan "self illuminated" materials memiliki sifat light emitting (untuk Mental Ray & Vray)? Jika anda menerapkannya pada sebuah object box Anda akan mendapatkan efek yang sama seperti "photometric area light" atau "Vray light".







Tips 2.
Coba gunakan selalu soft shadows pada rendering kamu. Hard shadow selalu terlihat palsu.
-Di "Mr Omni/Spot" scale size of the light pada area light paremeters ( mental rays)

-Dalam Mental Ray Anda harus menggunakan "RAYTRACED SHADOW"!
-Dalam Vray Enable "area shadow" pada Omni / Spot dan sesuaikan ukuran lightnya
-Soft Shadow akan memakan waktu render yang makan waktu.

Tip 3.
Untuk memiliki bayangan yang sempurna kamu perlu membuat semua benda dengan dimensi yang sebenarnya.

Tip 4.
Bagaimana untuk mempercepat waktu render untuk uji-rendering:

a) seting utama untuk mengurangi waktu render adalah image size. Biasanya saya gunakan ukuran 150x112 piksel. ukuran ini terlalu kecil untuk melihat detail objek namun sangat cocok untuk memahami kondisi cahaya.

b) Turunkan kualitas Shadow!

c) Mengurangi jumlah objek poligon (coba gunakan optimize modifier jika Anda tidak memiliki modifier meshsmooth pada objek)!

d) Mengurangi jumlah photon atau sample seting pada render engine, Vray / MentalRay / Brazil RS / FinalRender / dll

e) Hati-hati dengan jumlah lampu (lampu terlalu banyak akan membuat rendering sangat lambat)!

Tip 5.
Jangan gunakan EDITABLE MESH tapi selalu gunakan EDITABLE POLY, EDITABLE POLY sangat cocok untuk advanced modeling, lebih stabil, jarang error dari pada EDITABLE MESH dan memiliki pengaturan lebih banyak daripada EDITABLE MESH. Jika Anda bekerja pada sebuah objek dengan EDITABLE MESH, kamu bisa langsung convert ke EDITABLE POLY dengan cara klik kanan lalu convert to EDITABLE POLY

Tip 6.
Daripada kamu meshsmooth object box lebih baik kamu gunakan "chamfer box" hasilnya sama, tetapi chamfer box memiliki Polygon lebih sedikit.

Tip 7.
Kadang-kadang semua Vertexes Anda menghilang saat modelling object, untuk memperbaiki bug ini coba ini pilihan:
a) Mengkonversi objek Anda kembali ke Editable Poly.
b) Mengkonversi objek ke Editable mesh dan kemudian ke Editable Poly.
c) Simpan file, Keluar dari 3D studio dan membuka kembali file tersebut.
d) Simpan file, Keluar dari 3D studio dan merge objek di file baru.

Tip 8.
Lampu / Penchayaan terbaik untuk menciptakan Highlight adalah Omni (atau MR Omni).

Tip 9.
Jangan gunakan Area Shadow di Mental Ray, mereka sangat lambat dan tidak optimal untuk Mental Ray, hasil / terbaik tercepat bisa kamu dapatkan dengan menggunakan Raytrace Shadow.

Jika Anda bekerja dengan "Light Tracer" daripada anda menggunakan "area shadow" hasilnya sama seperti dalam MentalRay dengan Raytrace Shadow.

Tip 10.
(Untuk pemula) Ketika anda bekerja kadang-kadang anda tidak bisa lagi memindahkan objek anda. Mungkin Anda telah menekan tombol X. Tekan sekali X lagi untuk mengaktifkan move tool (Gizmo), atau kamu hanya bisa memilih satu objek, semua benda-benda lain tidak dapat dipilih lagi, mungkin Anda telah menekan SPACE dan tak sengaja mengunci objek. Tekan lagi SPACE untuk membuka kunci.

Tip 11.
Bila Anda membuat loft objek bisa saja terjadi disetiap bagian ujung objek memiliki ERROR, untuk memperbaiki masalah ini Anda harus memilih "CORNER" pada vertex pertama dan terakhir dari spline Anda.

Tip 12.
SELALU Download layanan paket-terakhir untuk 3D Studio Max versi Anda. Hal ini akan memperbaiki bug atau error penting.

Tip 13.
Hanya ada 2 kesalahan yang bisa terjadi ketika kamu mau melakukan Extrude (Spline + Extrude modifier) yaitu :

a) Anda memiliki segmen yang tumpang tindih dalam spline Anda.
b) Object tidak menutup di mana Anda tidak melakukan weld pada vertex

Tip 14.
Jika Anda menggunakan splines untuk membuat bentuk, coba untuk menggunakan jumlah kecil vertex, jika Anda mengconvert vertex ke smooth / Bezier / Bezier corner anda dapat membuat bentuk sangat bagus dan bentuk yang bulat tanpa jumlah vertex yang terlalu banyak (Tip yang sama untuk loft pada Deformations scale panel).

Tip 15.
Jika Interface Anda / panel menghilang Anda memiliki pilihan untuk memperbaiki masalah ini dengan:
a.) Mungkin Anda berada di Expert Mode... tekan CTR + x. ..
b.) Customize> Customize User Interface> Tab Toolbar> Reset!
c.) tombol "Start" pada Windows> Autodesk> 3D Studio Max> Ubah mode grafis!
d.) Harus ada file 3dsmax.ini dalam folder ur 3ds max kamu ... DELETE dan start 3D Studio Max lagi ...
e.) Customize > load custom UI scheme.

sumber : CG India

AUTO CAD TIPS

Standar AutoCAD untuk Ukuran kertas dan skala internasional

original by kapanpun.com

Standar Ukuran Kertas dan Skala Internasional AutoCAD dalam dunia teknik dan grafis adalah peraturan yang dibakukan agar nantinya ukuaran kertas di seluruh dunia seragam untuk hal tersebut maka dibuatlah standar internasional, diantaranya adalah standar ukuran kertas dan ukuran skala dan dalam autocad. standard ukuran kertas ini sangat diperlukan dalam menggambar teknik khususnya menggunakan software autocad, ada beberapa ketentuan yang tidak boleh dilanggar,...


Gambar Layout kertas pada umumnya.

Standart Kertas A0, A1, A2, A3, A4 yang bisa dijual dipasaran untuk Autocad.


Skala yang disarankan untuk pembuatan gambar teknik, misalnya pembuatan landscap suatu rancangan gedung. Skala diatas juga dipakai untuk penskalaan bestek atau gambar kerja dilapangan yang dibuat secara free hand alias manual.

Semoga bermanfaat !

Powered by Blogger | Converted by BloggerTheme